Description
Penulis: Leny Khan
Penyunting: Mahaleny Jhon Safitri
Blurb:
“Nay … Nay … Nay trauma, Mi!” Tangis Nayla semakin menjadi. Hal itu membuat Risma semakin heran. Selama ini, ia tidak tahu sama sekali jika Nayla menyimpan trauma.
“Kamu trauma kenapa? Apa ada hubungannya dengan … Ihsan?” tebaknya.
Nayla mengangguk jujur. Ia menyeka pipi yang basah dengan punggung tangan. Lalu menengadah sebentar untuk mengurangi air mata yang terus berderaian.
Risma menggenggam jemari Nayla. “Kamu mau cerita sama Umi?”
Ummu Raihanah itu mengatup bibir. Ia seakan ragu untuk mengungkap semua kebenaran yang ia sembunyikan selama bertahun-tahun.
“Ayo, ceritakan sama Umi agar kamu merasa tenang dan Umi akan coba membantumu untuk keluar dari rasa trauma itu!”
Nayla kembali menunduk, mencoba merangkai kembali serpihan-serpihan luka masa lalu yang berserakan. Ia ingin menyusunnya menjadi sebuah cerita yang ingin diungkapkan pada uminya.
“Lelaki itu Mi … dia sakit!” ucap Nayla penuh kebencian.
Jantung Risma berdebar mendengar ucapan singkat itu. Pikirannya mengembara menerka-nerka.
“Dia … selalu memaksa Nay berhubungan badan setiap hari. Sebelum menjamah Nay, dia suka sekali memukul beberapa bagian tubuh Nay dengan ikat pinggangnya.”
Bagaikan petir di tengah matahari terik Risma mendengar pengakuan Nayla.





Reviews
There are no reviews yet.