Description
Penulis : Heza Hara, Slamat Raharjo, S.Pd., dkk.
Penyunting : Susilowati Jihan
Blurb :
Entah sudah berapa jauh kaki-kaki renta itu terayun menapaki jalan tanah berdebu. Kakek Dasimun, lelaki bertubuh renta itu setiap hari berjalan menyusuri jalan tempat anak-anak kompleks tinggal. Pikulan bambu yang tak kalah usang menimpa bahunya. Di kedua ujung pikulan itu tergantung aneka ragam permainan anak-anak buatan tangannya sendiri. (Cinta di Ujung Senja)
Awalnya tak punya rasa cinta sedikit pun, apalagi menjadi sepasang kekasih. Namun, kuasa Tuhan seperti membalikkan telapak tanganku. Rasa ingin berbakti kepada orang tua lagi-lagi menjadi alasan manusia sepertiku. Aku tak kuasa, walau berat meninggalkan seorang yang kukasihi, perjodohan kisah Siti Nurbaya kujalani. (Ketika Kubersujud)
Hari sudah pagi ketika Aryo sampai di persimpangan jalan melewati Jembatan Siti Nurbaya. Matahari tersenyum mengelilingi jembatan bertuah itu yang konon katanya, “Kasih Tak Sampai” dengan Samsul Bahri menjadi cerita hangat di tengah masyarakat. Karya Marah Rusli itu pernah populer pada masanya. Ia terus berjalan dengan tanda tanya yang menumpuk di otaknya, sebab apa orang-orang menyanyikan lagu cinta ketika masa-masa sulit? (Cinta Berlabuh Ketika Subuh)





Reviews
There are no reviews yet.