Dia

Rp65.000

Category:

Description

Penulis : Anwar Sabran

Blurb:

Keterpencilan dan keterasingan adalah tema puisi-puisi yang selalu jadi pilihan penyair-penyair yang hidup dan berkarya di tempatnya yang jauh dari hiruk pikuk dan kebisingan kota. Alam dan percakapan bathin adalah bahagian dari diksi yang menjadi puisi para penyair yang terasing itu begitu sublim. Senyap dan ngilu. Begitulah Syaufi Anwar Sabran, penyair yang lahir dan dibesarkan di pulau Singkep, kabupaten Lingga. Salah satu pulau yang terpencil dan terasing di Selat Karimata. Kebisingan laut dan deburan ombak adalah suara keterpencilan dan keterasingan bathin para penyair di negeri ini. Puisi yang senyap dan semata percakapan bathin. Tak ada suara pemberontakan di sini. Shabas Syaufi dengan kumpulan puisinya ini.

( Rida K Liamsi: seorang penyair )

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Dia”

Your email address will not be published. Required fields are marked *